Keutamaan Dan Pahala Puasa Pertama Bulan Ramadhan

Keutamaan Dan Pahala Puasa Pertama Bulan Ramadhan

Keutamaan Dan Pahala Puasa Pertama Bulan Ramadhan– assalamualaikum semuanya, jumpa lagi dengan admin situs islami, sehabis 1 bulan kurang lebih tidak update artikel sama sekali. dan pada kali aku akan membahas mengenai keutamaan bulan puasa.

Keutamaan Dan Pahala Puasa Pertama Bulan Ramadhan Keutamaan Dan Pahala Puasa Pertama Bulan Ramadhan
ilusi buka puasa pertama ramadhan

bulan puasa ramadhan yaitu bulan yang di tunggu tunggu oleh umat islam, alasannya yaitu di bulan berkat berbagai keutaman dan lipatan ganda amal amal yang telah kita perbuat.
dan khusu artikel ini aku akan membahas keutamaan puasa ramadhan di hari pertama.
Rasulullah saw bersabda : “Sekiranya kalian mengetahui apa yang akan kau dapatkan di bulan Ramadhan, pasti kau akan menambah rasa syukur kalian kepada Allah swt”.
puasa pertama bulan ramadhan– di mana bulan berkat pertama ini sebagian umat muslim libur dari aktifitas sehari hari. dan tentunya masih sangat semangat sekali berpuasa. perlu di ketahui bahwasannya puasa pertama allah akan mengampuni semua dosa yang tersembunyi yang yang terperinci menderang. membangun lima puluh ribu kota di nirwana untuk orang yang berpuasa. (Hari pertama sudah menyerupai itu, dosa-dosa kita akan diampuni dan ditinggikan derajatnya, jadi jangan hingga kita melewatkan puasa ramadhan).
lihatlah, betapa istimewanya bulan berkat ramadhan, dan tidak hanya itu saja keutamaannya masih banyak lagi dan akan aku bahas pada artikel selanjutnya.sekian artikel mengenai Keutamaan Dan Pahala Puasa Pertama Bulan Ramadhan cukup hingga di sini wassalamualaikum.wr.wb

Amalan Dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’Ban Kajian Islam

Amalan Dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’Ban  Kajian Islam

ban yaitu Ramadan yang terletak sebelum Bulan Suci Ramadhan Amalan Dan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban  Kajian Islam

Bulan Sya’ban yaitu Ramadan yang terletak sebelum Bulan Suci Ramadhan. Di antara keistimewaannya, bulan tersebut yaitu waktu dinaikannya amal seseorang.
Malam Nisfu Sya’ban (malam 15 Sya’ban) yaitu malam mulia berdasarkan sebagian kalangan. Sehingga merekapun menghususkan amalan-amalan tertentu pada bulan tersebut. Di dalam bulan Sya’ban sendiri, anda mungkin mengenal dekat sebutan malam yang disebut “Nisfu Sya’ban”. Ya, nisfu yang artinya yaitu tengah, jadi malam Nisfu Sya’ban dalam bahasa berarti malam pertengahan Bulan Sya’ban. Ini yaitu malam istimewa selain malam Lailatul Qodar, malam dimana Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.
malam nisfu sya’ban
Salah Satu Amalan Yang Sunnah di Lakukan Pada Malam Nisfu Sya’ban :
Sekecil apapun nilai ibadah dan amal baik yang Anda lakukan, tetapi sangatlah besar nilainya dihadapan Allah SWT jikalau Anda melakukannya secara iklas hanya untuk Allah SWT, tak peduli kapan pun dimana pun Anda berada. Untuk itu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dalam memperingati malam Nisfu Sya’ban, Anda sanggup melaksanakan ibadah dan amalan baik apapun yang Anda mau, asalkan Anda sanggup benar-benar melaksanakan amalan itu dengan niatan sebagai wujud syukur, mengharap Rahmat-Nya, serta benar-benar Lillahi ta’ala.
1. Membaca Surat Yasin Sebanyak 3 Kali
Waktu di bacakannya surat Yasin terdapat  keterangan dari Kitab Asna’ al-Mathalib, 234, berbunyi :
وَأَمَّا قِرَاءَةُ سَوْرَةَ يس لَيْلَتَهَا بَعْدَ اْلمغْرِبِ وَالدُّعَاءِ اْلمشْهُوْرِ فَمِنْ تَرْتِيْبِ بَعْضِ اَهْلِ الصّلَاحِ مِنْ عِنْدِ نَفْسِهِ قِيْلَ هُوَ اْلبُوْنِ وَلَابَأْسَ بِمِثْلِ ذَالِكَ
Artinya : “Membaca surat Yasin di malam Nisfu Sya’ban sesudah magrib yaitu hasil ijtihad sebagian dari ulama yang soleh, dia salah satunya yaitu Syeikh Al Buni, dal hal tersebut bukanlah perbuatan yang buruk”. (Kitab Asna al-Mathalib,234)
Ini yaitu amalan yang banyak dilakukan di pondok pesantren, perkampungan, dan beberapa majlis ta’lim. Biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid atau musolla dan di pimpin oleh ustad atau kyai. Apabila Anda tidak ada waktu untuk membacanya secara berjamaah, Anda sanggup membacanya sendiri di rumah.
Dan perlu di ketahui juga saat pembacaan surat Yasin pertama niatnya yaitu supaya Anda senantiasa di berikan umur yang panjang dan berkah dan meningkatkan ketaatan kita kepada Allah SWT. Pembacaan Yasin yang kedua Anda niatkan supaya Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, baik dosa masa kemudian maupun dosa masa yang akan datang, baik dosa kecil maupun dosa besar. Pembacaan Yasin yang ketiga Anda niatkan supaya keluarga Anda senantiasa di beri kesehatan lahir maupun batin serta dilapangkan rizkinya.
2. Perbanyak Qiyamul Lail
   Qiyamul Lail artinya melaksanakan ibadah di tengah malam di mana semua orang terlelap tidur, melaksanakan solat malam dan membaca wirid-wirid. Nah, terkait malam nisfu sya’ban, lakukanlah qiyamul lail dengan niat dan rasa syukur kepada Allah SWT.
3. Perbanyak Membaca Istigfar
  Akuilah bahwa kita yaitu hamba Allah yang tidak lepas dari yang namanya dosa  dimanapun dan kapanpun. Dan atas dasar syukur dan hormat pada malam yang mulia ini mohonlah ampun kepada Allah SWT. Dan yakinlah bahwa Allah mengampuni dosa-dosa kita sebesar atau sebanyak apapun kita berdosa dengan syarat kita tidak mengulanginya kembali.
4. Bersedakah
   Apabila Anda tidak sempat melaksanakan 3 amalan diatas mungkin alasannya yaitu sibuk bekerja dan merasa lelah simpulan pulang, maka sisihkanlah sedikit harta Anda untuk malam Nisfu Sya’ban, bersedekahlah kepada orang yang membutuhkan dengan iklas dan rasa syukur kepada Allah SWT.
5. Berpuasa  
Apabila Anda memilki waktu luang untuk niat berpuasa maka lakukanlah hal tersebut dengan mengharap rahmat dan ampunan dari Allah. Adapun hadist yang meriwayatkan wacana kesunnahan untuk berpuasa :
عن علي بن ابي طالب قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَان فَقُوْمُوْا لَيْلَتَهَا , وَصُوْمُوْا يَوْمَهَا , فَإِنَّ الله تعالى يَقُوْل : أَلَامِنْ مُسْتَغْفِر فَأَغْفَرَلَهُ , أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ , أَلَا مِنْ سَاِئلٍ فَأُعْتِيَهُ , أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ اْلفَجْر ” رواه البيهقي في شعب الإيمان
Artinya : “Dari sobat Ali bin Abi Thalib berkata :”Bersabda Rasulullah SAW :”Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban maka dirikanlah malam itu, dan berpuasalah pada hari itu, maka sebenarnya Allah berfirman didalam hadits kutsinya: ”Adakah dari kalian yang meminta ampunan kepada ku, maka saya akan mengampuninya, adakah dari kalian yang meminta rizki kepada ku maka saya akan memperlihatkan rizki kepadanya, adakah dari kalian yang meminta kepada ku maka saya akan memberinya, bukankah begitu hingga fajar datang”.

Al-Qardh (Utang Piutang)

Al-Qardh (Utang Piutang)

Definisi qardh
            Qardh dalam pengertian umum hampir sama dengan jual beli. Dalam prosesnya niscaya ada kesepakatan antara satu dengan yang lain. Sering kita jumpai dimasyarakat al-qardh (utang piutang) pada dikala keadaan yang sangat genting tidak memiliki uang sepeserpun padahal uang itu sangat dibutuhkan, maka jalan satu satunya ialah al-qurdh (utang piutang) . qardh dalam arti Bahasa berasal dari kata qaradha yang sinonimnya qatha’a artinya memotong . karna orang yang memperlihatkan utang , memotong sebagian hartanya untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan atau  muqtari’ah (orang yang menghutang).
Qardh dalam pengertian umum hampir sama dengan jual beli AL-QARDH (UTANG PIUTANG)
al qardh
Dalam definisi imam Hanafiyah dan syafi’iyah “qardh ialah harta yang diberikan kepada orang lain dari mal mitsli untuk dikemudian hari dibayar atau dikembalikandalam artian seseorang yang meminjam barang dan memakainya sebagai kebutuhan , maka haruslah dikemudian hari dikembalikan menyerupai yang ia pinjam sebelumnya. Sebenarnya tidak sulit menyimpulkan inti dari qardh diatas, yang merupakan janji antara kedua belah pihak membutuhkan dan diharapkan unruk dimanfaatkan barangnya dan dikembalikan persis menyerupai barang yang dimanfaatkan pertama kali.

sebagian para ulama’ menyampaikan bahwa qardh merupakan jual beli itu sendiri hanya saja menyebutkan tiga perbedaan antara qardh dan jual beli yang bersangkutan dengan kaidah syari’ah .

1 . Berlaku kaidah riba’ jikalau qardh itu harta atau berbentuk barang , termasuk ribawiyah menyerupai makilat (barang barang yang ditakar) jikalau kita kiaskan menyerupai proses jual beli maka suatu barang tersebut yang ditimbang atau dijatah .

2 . Berlaku kaidah murabanah yaitu jual beli barang terang dari jenisnya apabila qardh (utang piutang) itu didalam mal ghair mitsli misalnya menyerupai hewan .

3 . Berlaku kaidah menjual barang yang tidak ada ditangan seseorang (tidak dipegang), apabila qardh (utang piutang) yang tergolong dalam mal mitsli
DASAR HUKUM HIKMAH DAN  DISYARI;ATKANNYA QARD
Qardh suatu pekerjaan baik yang diperintahkan oleh allah dan rosul yang mana dalam alqur’an telah disebutkan dalam surah al-baqarah (2) ayat 245

 siapakah yang mau memberi santunan kepada allah, santunan yang baik (meminjamkan hartanya dijalan allah) maka allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak dan allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) kepada –nya lah kau dikembalikan”

Dari ayat tersebut kita sanggup memahami bahwa qardh sangatlah dianjurkan kepada umat insan semoga saling tolong menolong , lengkap melengkapi maka allah yang akan membalas perbuatan tersebut dengan akhir yang dilipat gandakan.

  Menurut imam bubuk hanifah dan Muhammad,  qardh  berlaku dan mengikat seseorang ,jika suatu barang atau berupa uang sudah diterima oleh orang tersebut .
Menutut imam malikiyah qardh ialah hukumnya sama dengan hibah , shodaqoh , dan ariyah, berlaku dikala sudah terjadinya akad  (ijab qabul) walaupun muqtaridh belum mendapatkan barang.

Menurut imam syafi’iyah dab hanabilah pendapat yang shahih kepunyaan dalam qardh berlaku apabila suatu barang sudah diterima dan lebih lanjudnya berdasarkan imam syafi’I muqtariah mengembalikan suatu barang yang sama jikalau barang tersebut tergolong mal mistli  
    
RUKUN DAN SYARAT QARDH
Rukun dan syarat qardh dipertimbangkan oleh fuqaha’ berdasarkan para jumhur rukun qardh ada 3 (tiga) yaitu
·         A’qid (muqridh dan muqtaridh)
·         Ma’qud (benda yang dipakai )
·         Shighal (ijab dan qabul)

PENGAMBILAN MANFAAT DALAM QARDH

Para ulama’ bersepakat setiap hutang yang sanggup mengambil manfaat (kelebihan) hukumnya haram apabila suatu syarat yang berlaku tidak disyaratkan pada dikala waktu akad, namun apabila sudah disepakati pada waktu janji hukumnya boleh . jadi pada pada dasarnya apabila sudah ada kesepakatan yang mengsuka relakan proses pengambilan manfaat maka diperbolehkan alasannya sudah ada janji diawal. berdasaarkan hadits dari bubuk huroiroh r.a ,ia berkata:

“ rasulullah berhutang seekor unta, lalu dia membayarnya dengan seekor unta yang lebih baik dari pada seekor unta yang dihutangnya dan dia bersabda : sebaik baiknya kau sekalian ialah orang yang paling baik dalam membayar hutang ”(H.R . Ahmad dan Tirmidzi ).

Penyebab Orang Menjadi Fakir

Penyebab Orang Menjadi Fakir

Manusia merupakan mahluk yang membutuhkan sandang dan pangan ,untuk memenuhi kebutuhan insan melaksanakan aktifitas yaitu kerja untuk mendapat hasil hal ini sangatlah penting bahkan menjadi suatu kewajiban bagi kepala rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
namun disamping mencari kenikmatan untuk dunia kita selaku umat beragama jangan hingga melupakan hal tang bekerjasama dengan darul abadi , karna telah disebutkan dalam alqur’an “kita diciptakan tidak lain untuk menyembah nya” dalam artian ibadah menyerupai mengerjakan sholat , menahan hawa dan dahaga dibulan Ramadhan , membayar zakat , dan haji apabila bisa .

Segala hal didunia paspi ada perbandingan kalau ada rendah pastilah ada tinggi , ada yang panjang juga niscaya ada yang pendek ,ada yang kaya dan ada yang miskin.
Miskin ialah seseorang atau keluarga yang belum mencukupi kehidupan sehari hari namun mempunyai pekerjaan , berbeda dengan faqir yakni seseorang atau keluarga yang tidak bisa mencukupi kehidupan sehari hahi dan tidak mempunyai pekerjaan .
Ada tiga hal yang bisa mengakibatkan seseorang itu miskin yang mana telah diterangkan dalam syarah kitab jami’ as-shoghir :

Ada tiga hal yang menciptakan orang faqir

1. Seorang pria yang makan dalam keadaan junub sebelum mencuci tangannya. Makara apabila kita dalam keadaan junub bila hendak makan harus mandi besar terlebih dahulu.

2. Seorang bugil tanpa sarung dan epilog ,jangan sekalipun kita lakukan hal yang semacam ini membuka tirai yang menutupi aurat kita khususnya kemaluan kita karna akan mengakibatkan faqir

3. Istri yang memaki suaminya dihadapannya , termasuk sikap yang tercela seorang istri yang berani memaki suaminya karna tidak selayaknya seorang istri berani terhadap suami
Dalam keterangan ini kami ulas dari sebuah kitab ta’lim mutaa’llim yang dilengkapi dengan artinya dengan membaca dan memahami maksud keterangan tersebut , namn bagi para pembaca jangan hingga semenah menah mengakibatkan rujukan pada keterangan diatas cobalah untuk menyidik kembali dengan mengaji kitab yang sama atau kitab yang lebih luas keterangannya

Fiqih Muamalat Komitmen Jual Beli (Al- Bai’) & Fathul Qorib

Fiqih Muamalat Komitmen Jual Beli (Al- Bai’) & Fathul Qorib

Jual beli merupakan suatu kegiatan sehari hari yang dilakukan oleh setiap orang bahkan hal yang tidak mungkin bila seseorang tidak pernah melaksanakan jual beli . namun yang namanya jual beli pastilah ada kesepakatan atu yang disebut kesepakatan .jual beli dalam istilah  Bahasa arab al-bai’ yang mana berdasarkan etimologi  tukar menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain, dalam landasan lain juga disebut tukar menukar secara mutlak.

Dari beberapa landasan yang kita ketahui perihal jual beli ialah tukar menukar antara barang yang satu dengan barang yang lain , yang dilakukan orang diindonesia disebut dengan istilah belanja . dalam firman allah juga dibahas terkat jual beli yaitu dalah surat al-baqarah  (2) ayat 16
 “ mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka menerima petunjuk,.”

Dasar Hukum Jual Beli

Jual beli merupakan kesepakatan yang diperbolehkan berdasarkan al-qur’an dan hadist (sunnah) dan ijma para ulama’. Dilihat dari segi aturan jual beli hukumnya boleh, kecuali jual beli yang dihentikan oleh syara’  seperti melaksanakan kecurangan dalam kesepakatan menjual barang yang tak pantas diperjual belikan .
dalam alqur’an surat al-baqarah  ayat 275 disebutkan  

“dan allah sudah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba’”
adapun sadar aturan jual beli dari hadist riwayat al-bazzar dishohihkan oleh al-hakim.:
            “ dari rifa’ah ibnu rafi , bahwa nabi ditanya .usaha apakah yang paling baik ? nabi menjawab  :usaha seseorang dengan tangannya sendiri setiap jual beli yang mabrur 
Jadi dari ayat al-qur’an dan hadist yang dikemukakan diatas sanggup dipahami bahwa jual beli merupakan pekerjaan yang halal dan mulia.

Dalam keterangan kitab Fathul Qorib jual beli dibagi menjadi 3 macam

1.      Jual beli sesuatu yang sanggup dilihat
Namun ada syarat dan ketentuan untuk sanggup dibolehkannya jual beli tersebut 
a.       Keadaan bendanya suci
b.      Bendanya sanggup diambil keuntungannya
c.       Bendanya sanggup diserahkan pihak pembeli
Dalam kesepakatan jual beli diatas harus ada ijab qabul (serah terima) yang dimaksud ijab (ucapan sang penjual) dan qabul (ucapan sang pembeli) teladan :
Ijab      : saya jual barang ini kepadamu
Qabul  : saya membeli barangmu dan memiliki

 Baca Juga : MATI SYAHID MENURUT 4 MAZHAB

Walaupun tidak memakai kata kata diatas yang terpenting penjual dan penjual sama sama mengerti.
2.      Menjual benda yang diberi sifat
Dalam suatu tanggungan, penjual semacam ini dinamakan pesanan dan hukumnya boleh .
Seperti teladan jual beli online yang ada dijaman modern ketika ini.

       3. Memjual barang yang tidak ada dan tidak sanggup dilihat oleh kedua belah pihak
Suatu rang yang tidak ada tidak sanggup diperjual belikan, maksud lain dari tidak ada tidak sanggup terlihat dzat maupun sifatnya ,dan jual beli yang ibarat ini tidak diperbolehkan.

Rukun Jual Beli

Menurut jumhur ulama’ rukun jual beli ada 4 (empat) yaitu

1.      Adanya penjual
2.      Membeli
3.      Shighat (ucapan atau mentuk ungkapan dari ijab dan qabul)
4.      Ma’qud (objek atau benda yang dijual belikan)
Perlu kita pahami proses jual beli pastilah ada kriteria keempat rukun diatas. Tidak memenuhi rukun bila salah satu diatas tidak terpenuhi bukan hanya rukun dalam jual belipun ada ketentuan syarat yang berlaku

Syarat Jual Beli

Didalam jual beli ada 4 (empat syarat) yang harus dilakukan :
1.       Syarat in’iqad (terjadinya akad)
2.      Syarat Sahnya kesepakatan jual beli
3.      Syarat kelangsungan jual beli
4.      Syarat mengikad

Jadi yang dimaksud syarat syarat diatas hanya untuk mencegah terjadinya perselisihan diantara manusia, menjaga kemaslahatan pihak pihak yang melaksanakan akad, dan menghilangkan sifat gharar (penipuan)

Baca Juga : Hukum –hukum Ihyaa-ul mawat Atau Menghidupkan bumi mati

Mati Syahid Berdasarkan 4 Mazhab

Mati Syahid Berdasarkan  4 Mazhab

Mati merupakan hal yang masuk akal bagi semua mahluk hidup , karna setiap yang bernyawa atau memiliki kehidupan niscaya mengalami mati .mati yang akan dibahas yaitu mati dalam ruang lingkup manusia, yang kita sebut dengan mati syahid .tentu sudah umum dan dipelajari dibangku kursi sekolah khususnya  pondok pesantren ihwal mati syahid , mati syahid dibagi menjadi 3(tiga) perincian yaitu:
1.      Syahid dunia akhirat
2.      Syahid akhirat
3.      Syahid dunia 

Mati merupakan hal yang masuk akal bagi semua mahluk hidup  MATI SYAHID MENURUT  4 MAZHAB
ilustrasi mati syahid

o   Syahid Dunia Akhirat
Seluruh ulama’ masih belum setuju mengenai definisi atau kriteria mayit yang tergolong mati syahid dunia ataupun alam abadi , namun dan konsekwensi hukumnya ulama’ mazhab empat yang kita jadikan rujukan dari segi fikih maupun tauhid setuju bahwa mayit yang meninggal dunia dalam keadaan mati syahid dunia alam abadi itu memiliki beberapa ketentuan
1.      Tidak boleh dimandikan
2.      Tidak boleh disholatkan
3.      Dikafani dengan pakaian yang dikenakan ketika orang itu meninggal
4.      Dikubur dalam keadaan menggunakan sesuatu yang dikenakan ketika meninggal
·         Versi  Mazhab Hanafi:
Syahid dunia alam abadi ialah orang yang dibunuh dengan secara dzalim (tidak salah)
Atau dalam segi apapun baik melanggar dalam peraturan negara atau ihwal agama dan ada ketentuan orang itu dapat dikatakan mati syahid dunia alam abadi yaitu:
1.      Islam
2.      Baligh
3.      Berakal
4.      Suci dari hadats besar
5.      Langsung mati dan matinya tidak dipindah dari kawasan kejadian
jika kelima ketentuan tersebut tidak terpenuhi maka harus diberlakukan sebagaimana mayit yang  bukan mati syahid.
·         Versi Imam Maliki
Syahid dunia alam abadi ialah orang yang meninggal alasannya dibunuh orang kafir atau berperang melawan orang kafir demi membela agama allah.
·         Versi Imam Syafi’i Dan Imam Hambali
Syahid dunia alam abadi ialah orang yang meninggal dimedan perang melawan orang kafir dengan tujuan menegakkan agama allah. Konsekwnsi aturan syahid dunia alam abadi berlaku bagi laki laki maupun wanita baik yang junub ataupun orang yang berhadats besar atau kecil.
o   Syahid Dunia
Syahid dunia hampir sama dengan syahid dunia alam abadi namun dibedakan dari unsur keikhlasan , syahid dunia  adalah orang yang meninggal dimedan perang dengan tujuan biar memperoleh ghanimah (harta jarahan) atau biar dipuji orang banyak sedangkan konsekwensi hukumnya ada 4 ketika orang itu syahid dunia :
1.      Tidak boleh dimandikan
2.      Tidak boleh disholati
3.      Dikafani dengan pakaian yang dikenakan ketika perang
4.      Dikubur dalam keadaan menggunakan sesuatu yang dikenakan ketika meninggal dunia
o   Syahid akhirat
Syahid alam abadi ialah orang yang meninggal alasannya kecelakaan, semisal karna karam , terbakat dalam status muta’allim (saat enuntut ilmu syara’) dan lain sebagainya. Konsekwensi hukumnya ada 4 dalam menanggulangi orang yang mati syahid akhirat.
1.      Tetap dimandikan
2.      Dikafani sebagaimana mayit pada umumnya
3.      Tetap disholati
4.      Dikubur sebaimana orang yang mati biasa bukan syahid.
Konsekwensi syahid alam abadi sama dengan orang yang mneinggal biasa alasannya fikih hanya menghukumi hal yang dzabir (tampak) saja , sedangkan problem alam abadi merupakan hak perogratif allah.

Hukum –Hukum Ihyaa-Ul Mawat Atau Menghidupkan Bumi Mati

Hukum –Hukum  Ihyaa-Ul Mawat Atau Menghidupkan Bumi Mati

Kita sering sekali menjumpai tanah yang kosong yang berdasarkan pandangan kita tak bertuan tanpan piker panjang dalam anggapan ibarat itu kita seenaknya menggunakan tanah tersebut dengan maksud melestarikan (dari pada nganggur ) bagaimanakah aturan bersama-sama wacana sikap yang ibarat itu? Dalam kitab klasik(fathul qarib) ada pasal yang berkaitan dengan perkara tersebut yaitu pasal ihyaa-ul mawat (menghidupkan tanah)

menghidupkan bumi

Maksud ihyaa-ul mawat yakni tanah yang tidak ada pemiliknya dan tidak ada satu orangpun yang menggunakan atau mengambil manfaat tanah tersebut sebelumnya (pendapat imam Rafi’i) .bisa kita gunakan atau kita ambil manfaat dari tanah tersebut dengan dengan dua syarat :
1 . Orang yang menghidupkan tanah/bumi tersebuty muslim(orang islam) bahkan disunnahkan bagi kita untuk melestarikan tanah tersebut supaya kelihatan lebih indah ,meskipun imam yang dimaksud dalam kitab klasik (fathul qorib)melarang ,kecuali tanah yang akan kita ambil manfaat atau ingin dilestarikan terdapat tanah/bumi yang bergandengan dengan tanah tersebut .
2 . status  tanah benar-benar merdeka (bebas) tidak ada gejala sedikitpun orang yang pernah menggunakan atau mempunyai tanah tersebut ,jadi boleh kita gunakan atau kita ambil manfaat tanah tersebut dengan bercocok tanam atau mendirikan bangunan untuk kawasan tinggal . namun kembali kita ulas lagi apabinah tanah tersebut terdapat bekas garapan yang dalam keadaan dikala itu tanah itu rusak atau utuh ,maka status tanah tersebut menjadi hak orang lain ,dan kita dihentikan menggunakan tanah tersebut.
3 . Namun dalam kondisi lain tanah tersebut tidak diketahui pemiliknya dan bekas penggarapannya berdasarkan islam tanah tersebut menjadi tanah yang tersia-sia dan pengelolaan tanah tersebut tergantung dari imam . kalau berdasarkan jahililiyah tanah tersebut sanggup dihidupkan kembali dan dimiliki dengan mneruskan kebiasaan dari pengelolaan tanah tersebut.

4 . Indonesia merupakan Negara yang populer tanah nirwana yang memang terbilang subur namun tanah diindonesia jarang atau tidak ada sama sekali tanah yang mungkin dianggap bebas atau kosong ,semua tanah ada pemiliknya baik itu milik langsung ,milik forum ,atau Negara ,jadi kita sebagai masyarakat Indonesia harus mengetahui dan meneletenio tanah yang memang kita anggap sebagai tanah kosong ,karna banyak tanah yang memang kelihatannya tak bertuan tapi ternyanya tanah tersebut milik Negara ibarat ,perhutan,perairan,dan lain sebagainya .

Waktu Sholat Dhuha

Waktu Sholat Dhuha

Sholat dhuha yaitu sholat sunnah bagi orang islam yang dikerjakan pada waktu dhuha, yakni pada awal dari waktu siang hari. Akan tetapi ada saja masyarakat yang selalu menanyakan berapa waktu yang niscaya untuk mengerjakannya.

Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat dari para kalangan ulama mengenai tepatnya waktu memulai sholat dhuha. Sebagian para ulama Syafi’iyah beropini bahwa waktu mulai sholat dhuha yaitu sempurna sehabis terbitnya matahari.

Namun pada hal ini sebaiknya anda dianjurkan untuk menundanya sekiranya hingga matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan oleh An Nawawi yang termuat dalam kitab Ar-Raudhah.

Berbeda lagi dengan sebagian ulama syafi’iyah lainnya yaitu yang ditegaskan kembali oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah yang mempunyai pendapat bahwa sholat Dhuha sanggup dimulai ketika matahari sudah berkisar setinggi kurang lebih satu tombak.

Jika anda bertanya-tanya mengenai berapa waktu satu tombak itu, maka pendapat Imam Al-Albani menjelaskan bahwa ukuran satu tombak yaitu mempunyai ukuran dua meter berdasarkan standar ukuran pada zaman kini (Mausu’ah Fiqhiyah Muyassarah, 2/167).

Bahkan ada sebagian dari ulama juga menjelaskan, bahwa ukuran posisi satu tombak kalau diukur dengan ketepan waktu maka akan menghasilkan kurang dari 15 menit sehabis matahari terbit.

Mengenai untuk memilih batas selesai untuk waktu sholat dhuha yaitu sebelum waktu memasuki larangan shalat, tepatnya dikala ketika bayangan sempurna berada persis di atas benda atau sejajar pas titengah-tengah.

Jika anda ingin mencoba memilih batas selesai untuk waktu dhuha, maka anda sanggup perhatikan bayangan benda dari sinar matahari. Selama bayangan sinar matahari pada benda masih condong ke arah barat, berarti masih ada waktu kesempatan untuk melaksanakan sholat dhuha.

Akan tetapi ketika bayangan sinar matahari pada benda tegak lurus dengan bendanya, tidak ada bayangan yang condong ke barat atau bahkan ke timur, maka waktu untuk melaksanakan sholat dhuha telah habis.

Hal tersebut alasannya matahari telah berada persis di atas benda secara sejajar. Dalam hal ini ada sebagian yang beropini bahwa batas selesai untuk melaksanakan sholat dhuha yaitu kurang lebih dari 15 menit sebelum memasuki waktu dzuhur.

Tata Cara Sholat Hajat Jodoh

Tata Cara Sholat Hajat Jodoh

Yang dimaksud dengan sholat hajat yaitu shalat yang dikerjakan oleh seorang umat Islam ketika ketika memiliki kebutuhan atau hajat kemudia dengan cita-cita keinginan tersebut sanggup di kabulkan oleh Allah SWT.
Yang dimaksud dengan sholat hajat yaitu shalat yang dikerjakan oleh seorang umat Islam saa Tata Cara Sholat Hajat Jodoh
Tata Cara Sholat Hajat Jodoh
Adapun aturan mengenai sholat hajat ialah sunnah menyerupai yang sudah diketahui sebelumnya oleh umat islam bahwa selain sholat fardu  lima waktu ialah sunnah. Namun, sangat dianjurkan untuk sanggup mengerjakannya satu kali seumur hidupnya.

Waktu untuk melaksanakan sholat hajat ini sanggup anda lakukan pada waktu siang hari, akan tetapi alangkah lebih baiknya yaitu pada malam hari tepatnya pada waktu sepertiga malam kira-kiranya pada pukul 1 dini hari hingga menjelang shubuh. Karena waktu tersebut waktu yang paling utama untuk mendekatkan diri dengan sang pencipta.

Nah, untuk tatacara sholat hajat jodoh intinya tidak berbeda dengan sholat sunnag pada umumnya. Berikut ialah tata cara pelaksanaannya.
1. Niat
Niat dibacakan di dalam hati ketika lisan membacara takhbirotul ikhram, adapun bila anda membacakan niat sebelum mengucapkan takbir ialah hukumnya sunah.

2. Takhbirotul ikhram
Melafal-kan takhbirotul ikhram diucapkan bersamaan dengan mengangkat kedua tangan, dalam hal ini ada beberapa pendapat dari ulama yaitu mengangkat kedua tangan hingga pundak dan ada juga yang beropini hingga setinggi indera pendengaran dan dipastikan kedua ketiak terbuka.

3. Membaca Do’a Iftitah
Membaca do’a iftitah ketika sholat sunnah maupun farfu hukumnya ialah sunnah, artinya bila memang tidak membacanya maka tidak apa-apa. Namun akan lebih baiknya bila anda membacanya alasannya akan mendapat pahala.

4. Membaca Surat Al Fatihah
Seperti yang sudah diketahui bahwa membaca surat Al Fatihah baik dalam sholat sunnah maupun sholatg wajib ialah hukumnya wajib. Karena membaca Al fatihah masuk dalam salah satu rukun sholat.

5. Membaca salah satu surat
Setelah membaca surah Al Fatihah maka anda sanggup mmenyambungkan dengan suratan pendek yang ada di dalam Al Qur’an, dan sebaiknya suratan yang benar anda kuasai.

6. Ruku
Adapun beberapa macam bacaan ruku yang sanggup anda gunakan sesuai yang telah di-hafal, dan posisi ruku yaitu posisi punggung harus sejajar dengan kepala.

7. I’tidal
Yaitu bangun dari posisi ruku dengan membaca do’a

8. Sujud
Kemudian anda harus sujud dengan posisi tujuh anggota badan yang harus melekat dengan benar pada lantai.

9. Duduk antara du’a sujud
Yaitu duduk sejenak dengan membaca doa sehabis melaksanakan sujud.

10.Sujud Kembali
Untuk bab sujud kedua ini, bacaan yang dibaca dan tata caranya juga sama dengan sujud pertama.

11.Tahiyat
Tahiyat merupakan duduk di tamat pelaksanaan sholat, dengan membaca baca’an tahiyat tamat dan lalu diakhiri dengan salam.

Sholat Hajat Jodoh Dan Rezeki

Sholat Hajat Jodoh Dan Rezeki

Sholat Hajat Adalah Amalan Sholat Sunnah Dua Rakaat Yang Biasanya Dilaksanakan Saat Seseorang Sedang Di Hadapkan Dengan Suatu Kebutuhan Yang Mendesak Dan Sifatnya Tidak Keluar Dari Ketentuan Agama Islam. Artinya Apa Yang Sedang Diinginkan Bukanlah Sesuatu Yang Memang Dilarang Di Dalam Syariat Islam Contohnya Yaitu Kelancaran Untuk Merampok Dan Lain Sebagainya.
 Adalah Amalan Sholat Sunnah Dua Rakaat Yang Biasanya Dilaksanakan Saat Seseorang Sedang D Sholat Hajat Jodoh Dan Rezeki
ilusi sholat hajat rejeki

Barang Siapa Yang Apabila Menginginkan Sesuatu Yang Ingin Cepat Tercapai Maka Dengan Melaksanakan Sholat Hajat Akan Dipermudah Untuk Terkabul, Karena Amalan Ini Merupakan Amalan Pribadi Yang Diperintahkan Dalam Agama Yang Mustahil Untuk Ada Sebuah Keraguan Di Dalamnya.

Salah Satu Di Antara Permasalahan Yang Sering Menciptakan Perasaan Gelisah Adalah Saat Orang Tersebut Hadapkan Dengan Sebuah Impian Mendesak Dan Terhambat Untuk Mencapainya, Baik Itu Berupa Jodoh Maupun Rezeki, Dan Kebingungan Seperti Inilah Yang Banyak Menciptakan Seseorang Lupa Bahkan Tidak Sadarkan Diri Terhadap Apa Yang Mereka Sedang Kerjakan.

Terdapat Dua Keuntungan Yang Sangat Besar Bagi Setiap Orang Yang Dapat Mengerjakan Sholat Hajat, Yang Pertama Orang Tersebut Akan Mendapat Pahala Karena Telah Melakukan Ibadah Sunnah, Dan Yang Kedua Niscaya Akan Di Mudahkan Untuk Terkabul-Nya Kebutuhan Apa Yang Dimintanya.

Baca Juga : Sholat Dhuha Berapa Rakaat

Untuk Melaksanakan Sholat Hajat Ini Anda Bisa Mengerjakannya Di Waktu Malam Pertengahan Yaitu Sekitar Pukul 1 Dini Hari Hingga Menjelang Waktu Shubuh. Tata Cara Mengerjakannya Juga Sama Dengan Cara Melakukan Sholat Sunnah Pada Umumnya.

Adapun Jika Selesai Mengerjakan Sholat Hajat Ini Terdapat Amalan Sunnah Yang Bisa Dikerjakan Yaitu Dengan Membaca Dzikir Sholat, Kemudian Dilanjutkan Dengan Beberapa Amalan Do’a Sebagai Berikut.

Laa Ilaha Illallohul Haliimul Kariim Subhaanalloh Robbil ‘Arsyil ‘Azhiim. Alhamdu Lillaahi Robbil‘Aalamiin. As`Aluka Muujibaari Rohmatika Wa‘Azaaima Maghfirotika Walghoniimata Mingkulli Birri Wassalaamata Mingkulli Itsmin Laa Tada’lii Dzamban Illa Ghofartahu Walaahamman Illaa Farojtahu Walaahaajatan Hiyalaka Ridhon Illa Qodhoitahaa Yaa Arhamarroohimiin.

Kemudian Dilanjutkan Dengan Bacaan Do’a Yang Termuat Pada Al Qur’an Surah Yasin Ayat 36 Yang Bunyinya Sebagi Berikut.
“Subhaanalladzi Khalaqalazwaaja Kullahaamimmaa Tummbitul Ardu Wamin Anfusihim Wa Mimmaa Laaya’lamuun”
Wallahu A’lam

Baca Juga : Keajaiban Sholat Hajat Jodoh