Waktu Sholat Dhuha

Waktu Sholat Dhuha

Sholat dhuha yaitu sholat sunnah bagi orang islam yang dikerjakan pada waktu dhuha, yakni pada awal dari waktu siang hari. Akan tetapi ada saja masyarakat yang selalu menanyakan berapa waktu yang niscaya untuk mengerjakannya.

Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat dari para kalangan ulama mengenai tepatnya waktu memulai sholat dhuha. Sebagian para ulama Syafi’iyah beropini bahwa waktu mulai sholat dhuha yaitu sempurna sehabis terbitnya matahari.

Namun pada hal ini sebaiknya anda dianjurkan untuk menundanya sekiranya hingga matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan oleh An Nawawi yang termuat dalam kitab Ar-Raudhah.

Berbeda lagi dengan sebagian ulama syafi’iyah lainnya yaitu yang ditegaskan kembali oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah yang mempunyai pendapat bahwa sholat Dhuha sanggup dimulai ketika matahari sudah berkisar setinggi kurang lebih satu tombak.

Jika anda bertanya-tanya mengenai berapa waktu satu tombak itu, maka pendapat Imam Al-Albani menjelaskan bahwa ukuran satu tombak yaitu mempunyai ukuran dua meter berdasarkan standar ukuran pada zaman kini (Mausu’ah Fiqhiyah Muyassarah, 2/167).

Bahkan ada sebagian dari ulama juga menjelaskan, bahwa ukuran posisi satu tombak kalau diukur dengan ketepan waktu maka akan menghasilkan kurang dari 15 menit sehabis matahari terbit.

Mengenai untuk memilih batas selesai untuk waktu sholat dhuha yaitu sebelum waktu memasuki larangan shalat, tepatnya dikala ketika bayangan sempurna berada persis di atas benda atau sejajar pas titengah-tengah.

Jika anda ingin mencoba memilih batas selesai untuk waktu dhuha, maka anda sanggup perhatikan bayangan benda dari sinar matahari. Selama bayangan sinar matahari pada benda masih condong ke arah barat, berarti masih ada waktu kesempatan untuk melaksanakan sholat dhuha.

Akan tetapi ketika bayangan sinar matahari pada benda tegak lurus dengan bendanya, tidak ada bayangan yang condong ke barat atau bahkan ke timur, maka waktu untuk melaksanakan sholat dhuha telah habis.

Hal tersebut alasannya matahari telah berada persis di atas benda secara sejajar. Dalam hal ini ada sebagian yang beropini bahwa batas selesai untuk melaksanakan sholat dhuha yaitu kurang lebih dari 15 menit sebelum memasuki waktu dzuhur.

Tata Cara Sholat Hajat Jodoh

Tata Cara Sholat Hajat Jodoh

Yang dimaksud dengan sholat hajat yaitu shalat yang dikerjakan oleh seorang umat Islam ketika ketika memiliki kebutuhan atau hajat kemudia dengan cita-cita keinginan tersebut sanggup di kabulkan oleh Allah SWT.
Yang dimaksud dengan sholat hajat yaitu shalat yang dikerjakan oleh seorang umat Islam saa Tata Cara Sholat Hajat Jodoh
Tata Cara Sholat Hajat Jodoh
Adapun aturan mengenai sholat hajat ialah sunnah menyerupai yang sudah diketahui sebelumnya oleh umat islam bahwa selain sholat fardu  lima waktu ialah sunnah. Namun, sangat dianjurkan untuk sanggup mengerjakannya satu kali seumur hidupnya.

Waktu untuk melaksanakan sholat hajat ini sanggup anda lakukan pada waktu siang hari, akan tetapi alangkah lebih baiknya yaitu pada malam hari tepatnya pada waktu sepertiga malam kira-kiranya pada pukul 1 dini hari hingga menjelang shubuh. Karena waktu tersebut waktu yang paling utama untuk mendekatkan diri dengan sang pencipta.

Nah, untuk tatacara sholat hajat jodoh intinya tidak berbeda dengan sholat sunnag pada umumnya. Berikut ialah tata cara pelaksanaannya.
1. Niat
Niat dibacakan di dalam hati ketika lisan membacara takhbirotul ikhram, adapun bila anda membacakan niat sebelum mengucapkan takbir ialah hukumnya sunah.

2. Takhbirotul ikhram
Melafal-kan takhbirotul ikhram diucapkan bersamaan dengan mengangkat kedua tangan, dalam hal ini ada beberapa pendapat dari ulama yaitu mengangkat kedua tangan hingga pundak dan ada juga yang beropini hingga setinggi indera pendengaran dan dipastikan kedua ketiak terbuka.

3. Membaca Do’a Iftitah
Membaca do’a iftitah ketika sholat sunnah maupun farfu hukumnya ialah sunnah, artinya bila memang tidak membacanya maka tidak apa-apa. Namun akan lebih baiknya bila anda membacanya alasannya akan mendapat pahala.

4. Membaca Surat Al Fatihah
Seperti yang sudah diketahui bahwa membaca surat Al Fatihah baik dalam sholat sunnah maupun sholatg wajib ialah hukumnya wajib. Karena membaca Al fatihah masuk dalam salah satu rukun sholat.

5. Membaca salah satu surat
Setelah membaca surah Al Fatihah maka anda sanggup mmenyambungkan dengan suratan pendek yang ada di dalam Al Qur’an, dan sebaiknya suratan yang benar anda kuasai.

6. Ruku
Adapun beberapa macam bacaan ruku yang sanggup anda gunakan sesuai yang telah di-hafal, dan posisi ruku yaitu posisi punggung harus sejajar dengan kepala.

7. I’tidal
Yaitu bangun dari posisi ruku dengan membaca do’a

8. Sujud
Kemudian anda harus sujud dengan posisi tujuh anggota badan yang harus melekat dengan benar pada lantai.

9. Duduk antara du’a sujud
Yaitu duduk sejenak dengan membaca doa sehabis melaksanakan sujud.

10.Sujud Kembali
Untuk bab sujud kedua ini, bacaan yang dibaca dan tata caranya juga sama dengan sujud pertama.

11.Tahiyat
Tahiyat merupakan duduk di tamat pelaksanaan sholat, dengan membaca baca’an tahiyat tamat dan lalu diakhiri dengan salam.

Bacaan Tasbih Sholat Dhuha

Bacaan Tasbih Sholat Dhuha

Shalat Dhuha Merupakan Salah Satu Shalat Sunnah Yang Sangat spesial Karena Mempunyai Banyak Manfaat Maupun Keutamaan Apabila Seorang Muslim Mengerjakan Shalat Ini Secara Rutin. Adapun Shalat Ini Juga Dikenal Sebagai Shalat Sunnah Untuk Memohon Rezeki Kepada Allah Swt.

Merupakan Salah Satu Shalat Sunnah Yang Sangat spesial Karena Mempunyai Banyak Manfaat Ma Bacaan Tasbih Sholat Dhuha
ilusi bacaan dan sholat dhuha
Sebenarnya Tidak Terdapat Hadits Dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam Yang Sifatnya Shahih Dan Sharih (Tegas) Mengenai Do’a Bacaan Tasbih Sholat Dhuha. Adapun Sebuah Hadits Yang Diriwayatkan Oleh Aisyah Radhiallahu’anha:

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam Pernah Melaksanakan Shalat Dhuha, Kemudian Beliau Membaca Doa Sebagai Berikut :
“Allaahummagh Firlii Wa Tub ‘Alayya, Innaka Antat Tawwaabur Rahiim”
Yang Artinya : Ya Allah, Ampunilah Dosaku, Dan Terimalah Taubatku, Sungguh Engkau Adalah Maha Penerima Taubat Lagi Maha Penyayang.

Baca Juga : Begitu Istimewanya Sholat Dhuha

Beliau Mengucapkan Do’a Ini Sebanyak 100 Kali, Riwayat Dari Hr. Al Bukhari Yang Termuat Dalam Kitab Al Adabul Mufrad Nomor. 219, Dishahihkan Oleh Al Albani Dalam Shahih Al Adabul Mufrad.

Adapun Yang Rajih (Benar) Atau Do’a Yang Biasa Digunakan Setelah Shalat Secara Umum, Bukan Hanya Digunakan Saat Shalat Dhuha Saja. Yang Diriwayatkan Oleh Seorang Laki-Laki Dari Kaum Anshar Yang Mengatakan Bahwa Pernah Mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam Setelah Shalat Dan Beliau Berdo’a :
“Allaahummagh Firlii Wa Tub ‘Alayya, Innaka Antat Tawwaabur Rahiim” (Dibaca Hingga 100 Kali)

Dari Hr. Ahmad, Ibnu Abi Syaibah Yang Termuat Dalam Musnad Ibnu Fudhail, Dan Dishahihkan Oleh Syu’aib Al Arnauth Dalam Takhrij Musnad Ahmad Nomor. 23150.

Namun, Jika Ada Seseorang Yang Mengamalkan Do’a Ini Setelah Melaksanakan Shalat Dhuha Pun Tidak Apa. Selama Orang Tersebut Tidak Berkeyakinan Bahwa Do’a Ini Merupakan Do’a Khusus Yang Harus Dikerjakan Setelah Melaksanakan Shalat Dhuha.


Maka Yang Harus Setiap Orang Islam Ketahui Dan Diperhatikan Adalah Dengan Memahami Akan Prinsip Etika Dalam Cara Beribadah Bahwa Setiap Perbuatan Ibadah Dalam Agama Islam Sifatnya Tauqifiyah, Yang Artinya Ibadah Harus Menggunakan Dalil.

Karena Semua Hukum Asal Ibadah Adalah Haram Kecuali Jika Tata Cara Ibadah Tersebut Ada Dalilnya. Apapun Bentuk Cara Ibadah Tersebut Dan Siapa Pun Yang Mengajarkannya Merupakan Satu Harga Mati Dan Semua Harus Berlandaskan Berdalil Yang Benar. Jika Tidak, Maka Ibadah Tersebut Akan Diharamkan Meskipun Kelihatannya Adalah Seperti Ibadah.

Wallahu A’lam

Baca Juga : Doa Sholat Dhuha, Dan Makna Yang Menakjubkan

Rasul-Rasul Yang Mendapat Gelar Ulul Azmi + Mukjizatnya

Rasul-Rasul Yang Mendapatkan Gelar Ulul Azmi + Mukjizatnya

Ulul Azmi Merupakan Sebuah Gelar Khusus Yang Diberikan Oleh Allah SWT Kepada Golongan Nabi Pilihan Yang Mempunyai Ketabahan Luar Biasa. Penjelasan Tentang Ulul Azmi Salah Satunya Dijelaskan Dalam Penggalan Surah Al-Ahqaf Ayat Ke-35 Yang Artinya : 

“Maka Bersabarlah Engkau (Muhammad) Sebagaimana Ketabahan Rasul-Rasul Yang Memiliki Keteguhan Hati, Dan Janganlah Engkau Meminta Agar Azab Disegerakan Untuk Mereka…”

Para Rasul Ulul ‘Azmi Memiliki Keteguhan Hati Dan Pendirian Yang Kuat Untuk Menyampaikan Ajaran Atau Wahyu Allah Swt., Kepada Umatnya. Meskipun Hinaan, Cacian, Dan Makian Selalu Mereka Rasakan, Tetapi Tetap Sabar Dalam Menghadapinya. Dari 25 Rasul, Hanya 5 Rasul Yang Mendapatkan Gelar Tersebut. Adapun Rasul Yang Dimaksud Adalah Sebagai Berikut :

 1. Nabi Nuh A.S.

Nabi Nuh Merupakan Salah Satu Daftar Nabi Pilihan Allah SWT Yang Mendapatkan Gelar Ulul Azmi Dengan Salah Satu Mukjizat Yang Paling Terkenal Yaitu Dapat Membuat Perahu Besar Guna Menyelamatkan Kaumnya Dari Banjir Besar. Padahal Ketika Itu Nabi Nuh Bersama Pengikutnya Selalu Ditertawakan Oleh  Orang-Orang Kafir Bahkan Juga Anak Dan Ibunya Yang Bernama Kan’an. Akhirnya Allah Pun Mengazab Mereka, Sementara Itu Nabi Nuh Dan Para Pengikutnya Berhasil Selamat Dengan Menaiki Perahu Yang Sebelumnya Sudah Dibuat Terlebih Dahulu

 2. Nabi Ibrahim A.S.

Mukjizat Nabi Ibrahim Yang Paling Terkenal Yakni Ketika Beliau Dibakar Oleh Raja Namrud Karena Dianggap Telah Merusak Berhala-Berhala Milik Kerajaan. Namun Meskipun Dibakar, Tetapi Atas Kuasa Allah Nabi Ibrahim A.S. Tidak Terbakar Sama Sekali Bahkan Tidak Sedikitpun Merasakan Panasnya Kobaran Api. Justru Allah Memberikan Azab Kepada Raja Namrud Dan Juga Pengikutnya.

3. Nabi Musa A.S

Pada Masa Kerajaan Fir’aun, Nabi Musa A.S. Selalu Berdakwah Agar Raja Fir’aun Dan Pengikutnya Berada Di Jalan Allah Dan Tidak Menyembah Selain Allah SWT. Justru Dakwah Tersebut Dianggap Sebagai Ancaman Oleh Raja Fir’aun Karena Menganggap Posisinya Sebagai Raja Bakalan Terancam. Maka Dari Itu Sang Raja Mengajak Prajuritnya Untuk Mencari Dan Menangkap Nabi Musa A.S., Dan Pengikutnya. Dalam Pengejaran, Bertemulah Pasukan Raja Firaun Dan Nabi Musa A.S. Beserta Pengikutnya Di Sebuah Lautan Yang Luas. Atas Izin Allah, Nabi Musa Berhasil Membelah Lautan Tersebut Sehingga Terbentuk Jalan Panjang Untuk Menyelematkan Mereka Dari Kejaran Raja Fir’aun Dan Para Bala Tentaranya.

 4. Nabi Isa A.S.

Nabi Isa Dilahirkan Dari Rahim Seorang Perawan Bernama Siti Maryam. Yang Pada Saat Itu Lahir Di Bawah Pohon. Semasa Hidupnya, Isa Dikaruniai Banyak Sekali Mukjizat Oleh Allah Diantaranya Menyembuhkan Berbagai Penyakit Dan Mampu Menghidupkan Kembali Orang Yang Sudah Meninggal Atas Izin Allah SWT.

5. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW Merupakan Rasul Terakhir. Jikalau Ada Yang Mengaku Menjadi Nabi, Maka Dipastikan Itu Adalah Bohong. Beliau Diangkat Menjadi Seorang Rasul Ketika Menginjak Usia 40 Tahun. Karena Kejujuran Beliau, Allah Memberinya Gelar Al-Amiin. Al Qur’an Dan Hadist Merupakan Salah Satu Mukjizat Yang Di Diberikan Allah SWT Kepada Nabi Muhammad SAW.
Itulah Kelima Rasul Yang Mendapatkan Gelar Ulul Azmi Dan Juga Mukjizat Yang Didapatkan. Semoga Bermanfaat Dan Semoga Kita Termasuk Golongan Orang-Orang Yang Sabar.