Fiqih Muamalat Komitmen Jual Beli (Al- Bai’) & Fathul Qorib

Fiqih Muamalat Komitmen Jual Beli (Al- Bai’) & Fathul Qorib

Jual beli merupakan suatu kegiatan sehari hari yang dilakukan oleh setiap orang bahkan hal yang tidak mungkin bila seseorang tidak pernah melaksanakan jual beli . namun yang namanya jual beli pastilah ada kesepakatan atu yang disebut kesepakatan .jual beli dalam istilah  Bahasa arab al-bai’ yang mana berdasarkan etimologi  tukar menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain, dalam landasan lain juga disebut tukar menukar secara mutlak.

Dari beberapa landasan yang kita ketahui perihal jual beli ialah tukar menukar antara barang yang satu dengan barang yang lain , yang dilakukan orang diindonesia disebut dengan istilah belanja . dalam firman allah juga dibahas terkat jual beli yaitu dalah surat al-baqarah  (2) ayat 16
 “ mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka menerima petunjuk,.”

Dasar Hukum Jual Beli

Jual beli merupakan kesepakatan yang diperbolehkan berdasarkan al-qur’an dan hadist (sunnah) dan ijma para ulama’. Dilihat dari segi aturan jual beli hukumnya boleh, kecuali jual beli yang dihentikan oleh syara’  seperti melaksanakan kecurangan dalam kesepakatan menjual barang yang tak pantas diperjual belikan .
dalam alqur’an surat al-baqarah  ayat 275 disebutkan  

“dan allah sudah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba’”
adapun sadar aturan jual beli dari hadist riwayat al-bazzar dishohihkan oleh al-hakim.:
            “ dari rifa’ah ibnu rafi , bahwa nabi ditanya .usaha apakah yang paling baik ? nabi menjawab  :usaha seseorang dengan tangannya sendiri setiap jual beli yang mabrur 
Jadi dari ayat al-qur’an dan hadist yang dikemukakan diatas sanggup dipahami bahwa jual beli merupakan pekerjaan yang halal dan mulia.

Dalam keterangan kitab Fathul Qorib jual beli dibagi menjadi 3 macam

1.      Jual beli sesuatu yang sanggup dilihat
Namun ada syarat dan ketentuan untuk sanggup dibolehkannya jual beli tersebut 
a.       Keadaan bendanya suci
b.      Bendanya sanggup diambil keuntungannya
c.       Bendanya sanggup diserahkan pihak pembeli
Dalam kesepakatan jual beli diatas harus ada ijab qabul (serah terima) yang dimaksud ijab (ucapan sang penjual) dan qabul (ucapan sang pembeli) teladan :
Ijab      : saya jual barang ini kepadamu
Qabul  : saya membeli barangmu dan memiliki

 Baca Juga : MATI SYAHID MENURUT 4 MAZHAB

Walaupun tidak memakai kata kata diatas yang terpenting penjual dan penjual sama sama mengerti.
2.      Menjual benda yang diberi sifat
Dalam suatu tanggungan, penjual semacam ini dinamakan pesanan dan hukumnya boleh .
Seperti teladan jual beli online yang ada dijaman modern ketika ini.

       3. Memjual barang yang tidak ada dan tidak sanggup dilihat oleh kedua belah pihak
Suatu rang yang tidak ada tidak sanggup diperjual belikan, maksud lain dari tidak ada tidak sanggup terlihat dzat maupun sifatnya ,dan jual beli yang ibarat ini tidak diperbolehkan.

Rukun Jual Beli

Menurut jumhur ulama’ rukun jual beli ada 4 (empat) yaitu

1.      Adanya penjual
2.      Membeli
3.      Shighat (ucapan atau mentuk ungkapan dari ijab dan qabul)
4.      Ma’qud (objek atau benda yang dijual belikan)
Perlu kita pahami proses jual beli pastilah ada kriteria keempat rukun diatas. Tidak memenuhi rukun bila salah satu diatas tidak terpenuhi bukan hanya rukun dalam jual belipun ada ketentuan syarat yang berlaku

Syarat Jual Beli

Didalam jual beli ada 4 (empat syarat) yang harus dilakukan :
1.       Syarat in’iqad (terjadinya akad)
2.      Syarat Sahnya kesepakatan jual beli
3.      Syarat kelangsungan jual beli
4.      Syarat mengikad

Jadi yang dimaksud syarat syarat diatas hanya untuk mencegah terjadinya perselisihan diantara manusia, menjaga kemaslahatan pihak pihak yang melaksanakan akad, dan menghilangkan sifat gharar (penipuan)

Baca Juga : Hukum –hukum Ihyaa-ul mawat Atau Menghidupkan bumi mati

Mati Syahid Berdasarkan 4 Mazhab

Mati Syahid Berdasarkan  4 Mazhab

Mati merupakan hal yang masuk akal bagi semua mahluk hidup , karna setiap yang bernyawa atau memiliki kehidupan niscaya mengalami mati .mati yang akan dibahas yaitu mati dalam ruang lingkup manusia, yang kita sebut dengan mati syahid .tentu sudah umum dan dipelajari dibangku kursi sekolah khususnya  pondok pesantren ihwal mati syahid , mati syahid dibagi menjadi 3(tiga) perincian yaitu:
1.      Syahid dunia akhirat
2.      Syahid akhirat
3.      Syahid dunia 

Mati merupakan hal yang masuk akal bagi semua mahluk hidup  MATI SYAHID MENURUT  4 MAZHAB
ilustrasi mati syahid

o   Syahid Dunia Akhirat
Seluruh ulama’ masih belum setuju mengenai definisi atau kriteria mayit yang tergolong mati syahid dunia ataupun alam abadi , namun dan konsekwensi hukumnya ulama’ mazhab empat yang kita jadikan rujukan dari segi fikih maupun tauhid setuju bahwa mayit yang meninggal dunia dalam keadaan mati syahid dunia alam abadi itu memiliki beberapa ketentuan
1.      Tidak boleh dimandikan
2.      Tidak boleh disholatkan
3.      Dikafani dengan pakaian yang dikenakan ketika orang itu meninggal
4.      Dikubur dalam keadaan menggunakan sesuatu yang dikenakan ketika meninggal
·         Versi  Mazhab Hanafi:
Syahid dunia alam abadi ialah orang yang dibunuh dengan secara dzalim (tidak salah)
Atau dalam segi apapun baik melanggar dalam peraturan negara atau ihwal agama dan ada ketentuan orang itu dapat dikatakan mati syahid dunia alam abadi yaitu:
1.      Islam
2.      Baligh
3.      Berakal
4.      Suci dari hadats besar
5.      Langsung mati dan matinya tidak dipindah dari kawasan kejadian
jika kelima ketentuan tersebut tidak terpenuhi maka harus diberlakukan sebagaimana mayit yang  bukan mati syahid.
·         Versi Imam Maliki
Syahid dunia alam abadi ialah orang yang meninggal alasannya dibunuh orang kafir atau berperang melawan orang kafir demi membela agama allah.
·         Versi Imam Syafi’i Dan Imam Hambali
Syahid dunia alam abadi ialah orang yang meninggal dimedan perang melawan orang kafir dengan tujuan menegakkan agama allah. Konsekwnsi aturan syahid dunia alam abadi berlaku bagi laki laki maupun wanita baik yang junub ataupun orang yang berhadats besar atau kecil.
o   Syahid Dunia
Syahid dunia hampir sama dengan syahid dunia alam abadi namun dibedakan dari unsur keikhlasan , syahid dunia  adalah orang yang meninggal dimedan perang dengan tujuan biar memperoleh ghanimah (harta jarahan) atau biar dipuji orang banyak sedangkan konsekwensi hukumnya ada 4 ketika orang itu syahid dunia :
1.      Tidak boleh dimandikan
2.      Tidak boleh disholati
3.      Dikafani dengan pakaian yang dikenakan ketika perang
4.      Dikubur dalam keadaan menggunakan sesuatu yang dikenakan ketika meninggal dunia
o   Syahid akhirat
Syahid alam abadi ialah orang yang meninggal alasannya kecelakaan, semisal karna karam , terbakat dalam status muta’allim (saat enuntut ilmu syara’) dan lain sebagainya. Konsekwensi hukumnya ada 4 dalam menanggulangi orang yang mati syahid akhirat.
1.      Tetap dimandikan
2.      Dikafani sebagaimana mayit pada umumnya
3.      Tetap disholati
4.      Dikubur sebaimana orang yang mati biasa bukan syahid.
Konsekwensi syahid alam abadi sama dengan orang yang mneinggal biasa alasannya fikih hanya menghukumi hal yang dzabir (tampak) saja , sedangkan problem alam abadi merupakan hak perogratif allah.

Hukum –Hukum Ihyaa-Ul Mawat Atau Menghidupkan Bumi Mati

Hukum –Hukum  Ihyaa-Ul Mawat Atau Menghidupkan Bumi Mati

Kita sering sekali menjumpai tanah yang kosong yang berdasarkan pandangan kita tak bertuan tanpan piker panjang dalam anggapan ibarat itu kita seenaknya menggunakan tanah tersebut dengan maksud melestarikan (dari pada nganggur ) bagaimanakah aturan bersama-sama wacana sikap yang ibarat itu? Dalam kitab klasik(fathul qarib) ada pasal yang berkaitan dengan perkara tersebut yaitu pasal ihyaa-ul mawat (menghidupkan tanah)

menghidupkan bumi

Maksud ihyaa-ul mawat yakni tanah yang tidak ada pemiliknya dan tidak ada satu orangpun yang menggunakan atau mengambil manfaat tanah tersebut sebelumnya (pendapat imam Rafi’i) .bisa kita gunakan atau kita ambil manfaat dari tanah tersebut dengan dengan dua syarat :
1 . Orang yang menghidupkan tanah/bumi tersebuty muslim(orang islam) bahkan disunnahkan bagi kita untuk melestarikan tanah tersebut supaya kelihatan lebih indah ,meskipun imam yang dimaksud dalam kitab klasik (fathul qorib)melarang ,kecuali tanah yang akan kita ambil manfaat atau ingin dilestarikan terdapat tanah/bumi yang bergandengan dengan tanah tersebut .
2 . status  tanah benar-benar merdeka (bebas) tidak ada gejala sedikitpun orang yang pernah menggunakan atau mempunyai tanah tersebut ,jadi boleh kita gunakan atau kita ambil manfaat tanah tersebut dengan bercocok tanam atau mendirikan bangunan untuk kawasan tinggal . namun kembali kita ulas lagi apabinah tanah tersebut terdapat bekas garapan yang dalam keadaan dikala itu tanah itu rusak atau utuh ,maka status tanah tersebut menjadi hak orang lain ,dan kita dihentikan menggunakan tanah tersebut.
3 . Namun dalam kondisi lain tanah tersebut tidak diketahui pemiliknya dan bekas penggarapannya berdasarkan islam tanah tersebut menjadi tanah yang tersia-sia dan pengelolaan tanah tersebut tergantung dari imam . kalau berdasarkan jahililiyah tanah tersebut sanggup dihidupkan kembali dan dimiliki dengan mneruskan kebiasaan dari pengelolaan tanah tersebut.

4 . Indonesia merupakan Negara yang populer tanah nirwana yang memang terbilang subur namun tanah diindonesia jarang atau tidak ada sama sekali tanah yang mungkin dianggap bebas atau kosong ,semua tanah ada pemiliknya baik itu milik langsung ,milik forum ,atau Negara ,jadi kita sebagai masyarakat Indonesia harus mengetahui dan meneletenio tanah yang memang kita anggap sebagai tanah kosong ,karna banyak tanah yang memang kelihatannya tak bertuan tapi ternyanya tanah tersebut milik Negara ibarat ,perhutan,perairan,dan lain sebagainya .

Waktu Sholat Dhuha

Waktu Sholat Dhuha

Sholat dhuha yaitu sholat sunnah bagi orang islam yang dikerjakan pada waktu dhuha, yakni pada awal dari waktu siang hari. Akan tetapi ada saja masyarakat yang selalu menanyakan berapa waktu yang niscaya untuk mengerjakannya.

Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat dari para kalangan ulama mengenai tepatnya waktu memulai sholat dhuha. Sebagian para ulama Syafi’iyah beropini bahwa waktu mulai sholat dhuha yaitu sempurna sehabis terbitnya matahari.

Namun pada hal ini sebaiknya anda dianjurkan untuk menundanya sekiranya hingga matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan oleh An Nawawi yang termuat dalam kitab Ar-Raudhah.

Berbeda lagi dengan sebagian ulama syafi’iyah lainnya yaitu yang ditegaskan kembali oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah yang mempunyai pendapat bahwa sholat Dhuha sanggup dimulai ketika matahari sudah berkisar setinggi kurang lebih satu tombak.

Jika anda bertanya-tanya mengenai berapa waktu satu tombak itu, maka pendapat Imam Al-Albani menjelaskan bahwa ukuran satu tombak yaitu mempunyai ukuran dua meter berdasarkan standar ukuran pada zaman kini (Mausu’ah Fiqhiyah Muyassarah, 2/167).

Bahkan ada sebagian dari ulama juga menjelaskan, bahwa ukuran posisi satu tombak kalau diukur dengan ketepan waktu maka akan menghasilkan kurang dari 15 menit sehabis matahari terbit.

Mengenai untuk memilih batas selesai untuk waktu sholat dhuha yaitu sebelum waktu memasuki larangan shalat, tepatnya dikala ketika bayangan sempurna berada persis di atas benda atau sejajar pas titengah-tengah.

Jika anda ingin mencoba memilih batas selesai untuk waktu dhuha, maka anda sanggup perhatikan bayangan benda dari sinar matahari. Selama bayangan sinar matahari pada benda masih condong ke arah barat, berarti masih ada waktu kesempatan untuk melaksanakan sholat dhuha.

Akan tetapi ketika bayangan sinar matahari pada benda tegak lurus dengan bendanya, tidak ada bayangan yang condong ke barat atau bahkan ke timur, maka waktu untuk melaksanakan sholat dhuha telah habis.

Hal tersebut alasannya matahari telah berada persis di atas benda secara sejajar. Dalam hal ini ada sebagian yang beropini bahwa batas selesai untuk melaksanakan sholat dhuha yaitu kurang lebih dari 15 menit sebelum memasuki waktu dzuhur.

Tata Cara Sholat Hajat Jodoh

Tata Cara Sholat Hajat Jodoh

Yang dimaksud dengan sholat hajat yaitu shalat yang dikerjakan oleh seorang umat Islam ketika ketika memiliki kebutuhan atau hajat kemudia dengan cita-cita keinginan tersebut sanggup di kabulkan oleh Allah SWT.
Yang dimaksud dengan sholat hajat yaitu shalat yang dikerjakan oleh seorang umat Islam saa Tata Cara Sholat Hajat Jodoh
Tata Cara Sholat Hajat Jodoh
Adapun aturan mengenai sholat hajat ialah sunnah menyerupai yang sudah diketahui sebelumnya oleh umat islam bahwa selain sholat fardu  lima waktu ialah sunnah. Namun, sangat dianjurkan untuk sanggup mengerjakannya satu kali seumur hidupnya.

Waktu untuk melaksanakan sholat hajat ini sanggup anda lakukan pada waktu siang hari, akan tetapi alangkah lebih baiknya yaitu pada malam hari tepatnya pada waktu sepertiga malam kira-kiranya pada pukul 1 dini hari hingga menjelang shubuh. Karena waktu tersebut waktu yang paling utama untuk mendekatkan diri dengan sang pencipta.

Nah, untuk tatacara sholat hajat jodoh intinya tidak berbeda dengan sholat sunnag pada umumnya. Berikut ialah tata cara pelaksanaannya.
1. Niat
Niat dibacakan di dalam hati ketika lisan membacara takhbirotul ikhram, adapun bila anda membacakan niat sebelum mengucapkan takbir ialah hukumnya sunah.

2. Takhbirotul ikhram
Melafal-kan takhbirotul ikhram diucapkan bersamaan dengan mengangkat kedua tangan, dalam hal ini ada beberapa pendapat dari ulama yaitu mengangkat kedua tangan hingga pundak dan ada juga yang beropini hingga setinggi indera pendengaran dan dipastikan kedua ketiak terbuka.

3. Membaca Do’a Iftitah
Membaca do’a iftitah ketika sholat sunnah maupun farfu hukumnya ialah sunnah, artinya bila memang tidak membacanya maka tidak apa-apa. Namun akan lebih baiknya bila anda membacanya alasannya akan mendapat pahala.

4. Membaca Surat Al Fatihah
Seperti yang sudah diketahui bahwa membaca surat Al Fatihah baik dalam sholat sunnah maupun sholatg wajib ialah hukumnya wajib. Karena membaca Al fatihah masuk dalam salah satu rukun sholat.

5. Membaca salah satu surat
Setelah membaca surah Al Fatihah maka anda sanggup mmenyambungkan dengan suratan pendek yang ada di dalam Al Qur’an, dan sebaiknya suratan yang benar anda kuasai.

6. Ruku
Adapun beberapa macam bacaan ruku yang sanggup anda gunakan sesuai yang telah di-hafal, dan posisi ruku yaitu posisi punggung harus sejajar dengan kepala.

7. I’tidal
Yaitu bangun dari posisi ruku dengan membaca do’a

8. Sujud
Kemudian anda harus sujud dengan posisi tujuh anggota badan yang harus melekat dengan benar pada lantai.

9. Duduk antara du’a sujud
Yaitu duduk sejenak dengan membaca doa sehabis melaksanakan sujud.

10.Sujud Kembali
Untuk bab sujud kedua ini, bacaan yang dibaca dan tata caranya juga sama dengan sujud pertama.

11.Tahiyat
Tahiyat merupakan duduk di tamat pelaksanaan sholat, dengan membaca baca’an tahiyat tamat dan lalu diakhiri dengan salam.

Sholat Hajat Jodoh Dan Rezeki

Sholat Hajat Jodoh Dan Rezeki

Sholat Hajat Adalah Amalan Sholat Sunnah Dua Rakaat Yang Biasanya Dilaksanakan Saat Seseorang Sedang Di Hadapkan Dengan Suatu Kebutuhan Yang Mendesak Dan Sifatnya Tidak Keluar Dari Ketentuan Agama Islam. Artinya Apa Yang Sedang Diinginkan Bukanlah Sesuatu Yang Memang Dilarang Di Dalam Syariat Islam Contohnya Yaitu Kelancaran Untuk Merampok Dan Lain Sebagainya.
 Adalah Amalan Sholat Sunnah Dua Rakaat Yang Biasanya Dilaksanakan Saat Seseorang Sedang D Sholat Hajat Jodoh Dan Rezeki
ilusi sholat hajat rejeki

Barang Siapa Yang Apabila Menginginkan Sesuatu Yang Ingin Cepat Tercapai Maka Dengan Melaksanakan Sholat Hajat Akan Dipermudah Untuk Terkabul, Karena Amalan Ini Merupakan Amalan Pribadi Yang Diperintahkan Dalam Agama Yang Mustahil Untuk Ada Sebuah Keraguan Di Dalamnya.

Salah Satu Di Antara Permasalahan Yang Sering Menciptakan Perasaan Gelisah Adalah Saat Orang Tersebut Hadapkan Dengan Sebuah Impian Mendesak Dan Terhambat Untuk Mencapainya, Baik Itu Berupa Jodoh Maupun Rezeki, Dan Kebingungan Seperti Inilah Yang Banyak Menciptakan Seseorang Lupa Bahkan Tidak Sadarkan Diri Terhadap Apa Yang Mereka Sedang Kerjakan.

Terdapat Dua Keuntungan Yang Sangat Besar Bagi Setiap Orang Yang Dapat Mengerjakan Sholat Hajat, Yang Pertama Orang Tersebut Akan Mendapat Pahala Karena Telah Melakukan Ibadah Sunnah, Dan Yang Kedua Niscaya Akan Di Mudahkan Untuk Terkabul-Nya Kebutuhan Apa Yang Dimintanya.

Baca Juga : Sholat Dhuha Berapa Rakaat

Untuk Melaksanakan Sholat Hajat Ini Anda Bisa Mengerjakannya Di Waktu Malam Pertengahan Yaitu Sekitar Pukul 1 Dini Hari Hingga Menjelang Waktu Shubuh. Tata Cara Mengerjakannya Juga Sama Dengan Cara Melakukan Sholat Sunnah Pada Umumnya.

Adapun Jika Selesai Mengerjakan Sholat Hajat Ini Terdapat Amalan Sunnah Yang Bisa Dikerjakan Yaitu Dengan Membaca Dzikir Sholat, Kemudian Dilanjutkan Dengan Beberapa Amalan Do’a Sebagai Berikut.

Laa Ilaha Illallohul Haliimul Kariim Subhaanalloh Robbil ‘Arsyil ‘Azhiim. Alhamdu Lillaahi Robbil‘Aalamiin. As`Aluka Muujibaari Rohmatika Wa‘Azaaima Maghfirotika Walghoniimata Mingkulli Birri Wassalaamata Mingkulli Itsmin Laa Tada’lii Dzamban Illa Ghofartahu Walaahamman Illaa Farojtahu Walaahaajatan Hiyalaka Ridhon Illa Qodhoitahaa Yaa Arhamarroohimiin.

Kemudian Dilanjutkan Dengan Bacaan Do’a Yang Termuat Pada Al Qur’an Surah Yasin Ayat 36 Yang Bunyinya Sebagi Berikut.
“Subhaanalladzi Khalaqalazwaaja Kullahaamimmaa Tummbitul Ardu Wamin Anfusihim Wa Mimmaa Laaya’lamuun”
Wallahu A’lam

Baca Juga : Keajaiban Sholat Hajat Jodoh

Sholat Dhuha Berapa Rakaat

Sholat Dhuha Berapa Rakaat

Shalat Dhuha Merupakan Shalat Sunnah Yang Dikerjakan Oleh Orang Islam Di Waktu Saat Ketika Matahari Pada Posisi Sedang Naik, Kurang Lebihnya Yaitu Antara Tujuh Hasta Sejak Terbitnya Matahari Hingga Sampai Pada Waktu Menjelang Shalat Dzuhur.
Shalat Dhuha Merupakan Shalat Sunnah Yang Dikerjakan Oleh Orang Islam Di Waktu Saat Ketika Sholat Dhuha Berapa Rakaat
ilustrasi sholat dhuha
Tata Cara Untuk Mengerjakan Shalat Dhuha Yaitu Dengan Dua Rakaat Salam Dua Rakaat Salam. Adapun Mengenai Jumlah Minimal Yang Harus Di Kerjakan Oleh Seorang Muslim Adalah Dua Rakaat Dan Cara Mengerjakannya Yaitu Sama Dengan Sholat Sunah Pada Umumnya.

Namun Terjadi Pula Beberapa Perbedaan Pendapat Tentang Jumlah Maksimal Rakaat Dari Shalat Dhuha Yang Bisa Dikerjakan. Beberapa Pendapat Dari Ulama Maliki Dan Hambali Bahwa Untuk Jumlah Maksimal Rakaat Shalat Dhuha Yaitu Delapan Rakaat.

Hal Tersebut Karena Berdasarkan Dari Riwayat Ummu Hani’ Bahwa Rasullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Yang Pernah Memasuki Rumahnya Kemudian Beliau Melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Shalat Dhuha Delapan Raka’at”
Berbeda Lagi Dengan Pendapat Dari Ulama Maliki Juga Menegaskan Bahwa “Makruh” Jika Shalat Dhuha Dikerjakan Lebih Dari Delapan Rakaat Apabila Seseorang Meniatkan Shalat Dhuha Tersebut Bukan Sebagai Niat Sunnah Mutlak. Mereka Juga Berpendapat Bahwa Yang Paling Moderat Untuk Shalat Dhuha Yaitu Sebanyak Enam Rakaat.

Baca Juga: Doa Sholat Dhuha Sesuai Sunnah

Sementara Itu, Kedua Ulama Hanafi Dan Ulama Syafi’i Menggunakan Pendapat Yang Sifatnya Marjuh (Yang Tidak Kuat) Demikian Pula Dengan Ulama Ahmad Yang Menggunakan Pendapat Bahwa Maksimal Dari Shalat Dhuha Yakni Dua Belas Rakaat.

Hal Tersebut Dengan Jelas Disampaikan Oleh Imam Tirmidzi Dan Sebuah Nasa’i Yang Sesuai  Sanadnya Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda, ‘ Bahwa Barangsiapa Yang Mengerjakan Shalat Dhuha Sebanyak Dua Belas Rakaat, Maka Allah Akan Membangunkan Baginya Sebuah Istana Yang Terbuat Dari Emas Di Surga.’

Jadi Kesimpulannya Adalah Anda Bisa Mengerjakan Sholat Dhuha Mulai Dari Sua Rakaat, Dan Untuk Jumlah Maksimalnya Anda Bisa Menerapkan Sesuai Dengan Beberapa Pendapat Imam Diatas Yang Mulai Dari Empat Rakaat, Enam Rakaat Dan Seterusnya.

Banyaknya Jumlah Rakaat Yang Pastinya Bisa Disesuaikan Dengan Waktu Kondisi Anda. Namun Dengan Catatan Jumlah Rakaat Yang Dikerjakan Adalah Genap Dan Dilakukan Dengan Dua Rakaat Salam.

Baca Juga : Doa Mustajab Sholat Dhuha

Keajaiban Sholat Hajat Jodoh

Keajaiban Sholat Hajat Jodoh

Salah Satu Cara Menjemput Jodoh Yang Tidak Kunjung Datang Yaitu Dengan Mendekatkan Diri Pada Sang Pemilik Hati Yaitu Allah Swt. Allah Adalah Dzat Maha Besar Yang Bisa Membolak Balikkan Hati Manusia.

Yang Tidak Kunjung Datang Yaitu Dengan Mendekatkan Diri Pada Sang Pemilik Hati Yaitu Allah Keajaiban Sholat Hajat Jodoh
ilusi keajaiban sholat hajat
Hanya Kepada Allah Swt Yang Bisa Kita Memberi Pertolongan, Termasuk Pula Dengan Urusan Jodoh. Jodoh Merupakan Rahasia Dari Allah Swt Yang Sudah Ditetapkan. Akan Tetapi Seorang Manusia Juga Harus Berusaha Untuk Bisa Mendapatkannya. Bukan Malah Diam Saja Menanti Datangnya Jodoh Dari Langit Tanpa Adanya Usaha.

Salah Satu Cara Yang Bisa Seseorang Lakukan Untuk Mendapatkan Jodoh Adalah Dengan Melaksanakan Sholat Hajat Jodoh. Bagi Anda Yang Diyakini Merasa Belum Dapat Jodoh Atau Sulit Untuk Mendapatkan Pasangan Yang Tepat Atau Anda Yang Ingin Segera Menikah.

Baca Juga: Doa Sholat Hajat Versi

Maka Anda Bisa Mengamalkan Salah Satu Sholat Hajat Ini. Sholat Hajat Adalah Sholat Sunnah Yang Dikerjakan Pada Malam Hari Sebanyak Dua Rakaat Salam, Tepatnya Sebelum Anda Beranjak Tidur.

Yang Menjadi Pertanyaan Apakah Benar Kejaiban Sholat Hajat Dapat Cepat Untuk Mendapatkan Jodoh ?. Sebenarnya Ada Hal Yang Lebih Dari Itu, Adapun Beberapa Kelebihan Sholat Sunnah Yang Satu Ini Adalah Bisa Menguatkan Hati, Bahwasanya Segala Hal Yang Anda Inginkan Terutama Dalam Urusan Duniawi Pasti Akan Bisa Dicapai.

Pada Dasarnya Allah Tidak Akan Langsung Membantu Hamba-Nya Secara Langsung, Melainkan Dengan Lebih Menguatkan Keyakinan Diri Yang Telah Dilimpahkan-Nya Dalam Tubuh Dan Untuk Itulah Maka Anda Harus Terus Rajin Ibadah Dan Memperbanyak Do’a Kepada Allah Swt.

Sebagai Seorang Muslim Sebaiknya Jangan Pernah Ragu Kepada Allah Swt Dan Terus Berusaha Dengan Beribadah Maupun Berdo’a Dan Salah Satu Usahanya Dengan Mengerjakan Sholat Hajat Menjelang Tidur Malam Agar Senantiasa Dapat Di Mudahkan Dalam Menghadapi Segala Ujian Kehidupan Di Dunia.


Manfaat Yang Akan Anda Dapatkan Jika Terus Membiasakan Sholat Hajat Memang Tidak Bisa Dipikirkan Dengan Logika Manusia, Akan Tetapi Pada Kenyataannya Sudah Banyak Terbukti Secara Nyata Tanpa Disangka Sangka.

Apalagi Jika Orang Tersebut Mengerjakan Ibadah Sholat Tersebut Dengan Tulus Dan Ikhlas Setiap Malam Maka Akan Lebih Diberkati Dibandingkan Dengan Orang Yang Hanya Mengisi Waktu Malamnya Dengan Tidur. Karena Tidak Ada Kesia-Siaan Di Dalam Ibadah, Itulah Janji Allah Untuk Kita.

Baca Juga: Doa Sholat Dhuha Sesuai Sunnah

Doa Sholat Hajat Versi

Doa Sholat Hajat Versi

Setiap Manusia Pada Dasarnya Mempunyai Berbagai Macam Kebutuhan Entah Itu Kebutuhan Yang Kecil Maupun Besar Dan Kita Sebagai Umat Islam Yang Taat Maka Sangat Dianjurkan Untuk Terus Memohon Berdo’a Kepada Allah Swt.
Setiap Manusia Pada Dasarnya Mempunyai Berbagai Macam Kebutuhan Entah Itu Kebutuhan Yang K Doa Sholat Hajat Versi
doa sholat hajat
Tidak Hanya Dianjurkan Untuk Berdo’a Saja Akan Tetapi Juga Harus Melaksanakan Sholat Sunnah 2 Rakaat, Tujuannya Agar Dapat Dikabulkannya Do’a Tersebut Dan Sholat Tersebut Adalah Sholat Hajat.
Sholat Hajat Merupakan Sholat Sunnah Yang Dilaksanakan Oleh Seorang Muslim Atau Muslimah Dengan Tujuan Untuk Memohon Kepada Allah Swt Dalam Permintaan Suatu Kebutuhan Atau Keperluan Tertentu.

Baca Juga : Tata Cara Sholat Hajat Lengkap Dengan Doanya

Beberapa Ulama Juga Ada Yang Menganjurkan Adanya Untuk Melaksanakan Shalat Hajat Yang Berdalil Dengan Hadits Dari ‘Utsman Bin Hunaif Adalah Sebagai Berikut.

Salah Seorang Buta Datang Menemui Nabi Muhammad Saw Kemudian Mengatakan, “Berdoalah Engkau Kepada Allah Swt Untukku Agar Dapat Menyembuhkan-Ku.”
Kemudian Rasullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Mengatakan Kepada Orang Buta Tersebut, “Apabila Engkau Mau, Maka Aku Akan Menundanya Untukmu (Di Akhirat) Dan Bahkan Itu Lebih Baik. Namun, Apabila Engkau Mau, Maka Aku Akan Mendo’akanmu.”

Orang Buta Itu Pun Lalu Mengatakan, “Do’akanlah.” Lalu Rasulluha Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Menyuruhnya Untuk Berwudhu Hingga Memperbagus Cara Wudhunya Serta Mengerjakan Shalat Dua Rakaat Lalu Berdoa, “Ya Allah, Sesungguhnya Aku Memohon Kepada-Mu Dan Menghadap Kepada-Mu Dengan Muhammad Rasulluha Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Wahai Engkau Muhammad, Sesungguhnya Aku Menghadap Kepada Rabbku Bersama Denganmu Di Dalam Kebutuhanku Ini Agar Dapat Ditunaikan. Ya Allah, Terimalah Syafa’atnya Untukku.”
Hadist Riwayat Dari Ibnu Majah Nomor 1385 Dan Tirmidzi Nomor 3578. Dari Al-Hafizh Abu Thahir Yang Menjelaskan Bahwa Hadits Ini Adalah Shahih.

Adapun Do’a Yang Dianjurkan Untuk Dibaca, Untuk Bisa Mengamalkan Apa Yang Telah Disebutkan Dalam Hadits Di Atas, Yang Artinya Adalah Berikut.

Ya Allah, Sesungguhnya Aku Hamba-Mu Memohon Kepada-Mu Dan Menghadap Kepada-Mu Bersama Dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, Sesungguhnya Aku Hamba-Mu Menghadap Kepada Rabb Pencipta-Ku Denganmu Dalam Setiap Kebutuhanku Ini Agar Dapat Ditunaikan. Ya Allah, Terimalah Syafa’at Ini Untukku.

Baca Juga : Cara Sholat Hajat Jodoh Lengkap Dengan Doa Dan Niatnya

Doa Sholat Dhuha Sesuai Sunnah

Doa Sholat Dhuha Sesuai Sunnah

Sholat Dhuha Merupakan Salah Satu Sholat Sunnah Yang Biasa Dikerjakan Oleh Seorang Muslim Ketika Memasuki Waktu Duha Dimana Waktu Di Saat Matahari Mulai Naik, Kurang Lebihnya Tujuh Hasta Sejak Terbitnya Metahari Atau Tepatnya 15 Menit Setelah Terbit Hingga Menjelang Waktu Dzhuhur.

 Merupakan Salah Satu Sholat Sunnah Yang Biasa Dikerjakan Oleh Seorang Muslim Ketika Memas Doa Sholat Dhuha Sesuai Sunnah
sholat dhuha

Jumlah Minimal Rakaat Yang Harus Dikerjakan Oleh Umat Islam Saat Menjalankan Sholat Duha 2 Rakaat Dan Maksimal Ada Beberapa Pendapat Yang Menggunakan 6 Rakaat, 8 Rakaat Dan 12 Rakaat, Dan Semua Rakaat Dilakukan Dalam Satuan Dua Rakaat Untuk Satu Kali Salam.


Perlu Diketahui Sebelumnya Bahwa Saat Melaksanakan Sholat Dhuha Tidak Ada Tuntunan Bacaan Khusus Yang Harus Dikerjakan. Bahkan Dalam Tata Cara Mengerjakan Sholat Dhuha Pada Dasarnya Sama Saja Dengan Tata Cara Mengerjakan Sholat-Sholat Sunnah Pada Umumnya.

BACA JUGA : Doa Mustajab Sholat Dhuha

Pertama Yaitu Dengan Berwudlu Secara Sempurna, Kemudian Berdiri Dengan Tegak Bagi Yang Mampu (Apabila Tidak Bisa Sambil Duduk Menyesuaikan Dengan Kondisi) Di Masjid Atau Tempat Yang Suci Dengan Menghadap Kiblat Kemudian Berniat Dalam Hati Layaknya Sholat Pada Umumnya.

Kemudian Dilanjutkan Dengan Membaca Do’a Iftitah, Disambung Dengan Do’a Al Fatihah Dan Dilanjutkan Dengan Bacaan Surat Alqur’an. Untuk Setiap Bacaan Suratan Al Qur’an Pada Hal Ini Tidak Ada Riwayat Yang Menjelaskan Untuk Membaca Surat Tertentu.

Jadi Anda Bisa Membaca Suratan Manapun Yang Memang Sudah Dikuasai Sesuai Dengan Hafalan Yang Baik Sesuai Dengan Tartil.

Setelah Selesai Membaca Bacaan Suratan Pendek, Seperti Layaknya Sholat Sunnah Lainnya Kemudian Melakukan Ruku Dengan Tuma’ninah, Lalu I’tidal Dengan Tuma’ninah, Dilanjutkan Dengan Sujud Dengan Tuma’ninah, Kemudian Duduk Di Antara Dua Sujud Dengan Tuma’ninah Hingga Rakaat Ke Dua.

Setelah Sholat Selesai Maka Anda Bisa Melanjutkannya Dengan Banyak Berdo’a Sesuai Dengan Apa Yang Sedang Kamu Inginkan, Mulai Dari Urusan Duniawi Maupun Akherat.

Perlu Diingat Kembali Bahwa Sebenarnya Tidak Ada Do’a Khusus Yang Diajarkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Setelah Selesai Mengerjakan Sholat Dhuha. Sehingga Di Dalam Kitab-Kitab Fiqih Pun Para Ulama Juga Tidak Sama Sekali Mencantumkan Do’a Sholat Dhuha.
Wallahu A’lam

BACA JUGA : Bacaan Tasbih Sholat Dhuha